Archive

Posts Tagged ‘Pendidikan IPS’

Pembelajaran Tutor Sebaya (Peer Teaching)

1 February 2013 Leave a comment

Brilliant_Geminid_Meteor_Shower_Peaks-by_Tommy_Eliassen

Dalam proses pembelajaran, terdapat apa disebut dengan model pembelajaran.  Model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu.  Hal itu merupakan interpretasi atas hasil observasi dan pengukuran yang diperoleh dari beberapa sistem.  Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil penurunan teori psikologi pendidikan dan belajar, yang dirancang berdasarkan proses analisis yang diarahkan pada implementasi kurikulum dan implikasinya pada tingkat operasional di depan kelas.

Pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang biasa dilakukan oleh guru.  Pembelajaran konvensional (tradisional) pada umumnya memiliki kekhasan tertentu, misalnya lebih mengutamakan hapalan daripada pengertian, menekankan kepada keterampilan berhitung, mengutamakan hasil daripada proses dan pengajaran berpusat pada guru.  Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konvensional lebih terpusat kepada guru yang mengajar bukan siswa.  Model pembelajaran seperti itu biasanya hanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab saja, sehingga kesan yang timbul adalah pembelajaran yang membosankan dan membuat siswa jenuh bahkan mengantuk.  Pembelajaran yang monoton seperti itu tidaklah cocok dipraktikkan di kelas-kelas, mengingat pembelajaran yang dilakukan dengan adanya aktivitas dua arah akan menghasilkan pembelajaran yang lebih menarik dan efektif.

Keberhasilan sebuah pembelajaran bergantung pada pemilihan materi pelajaran, merencanakan kegiatan belajar-mengajar, pemilihan model pembelajaran, dan media yang akan digunakan dalam pembelajaran.  Selain hal-hal tersebut, hal yang paling penting adalah keterampilan guru dalam memperlakukan perangkat pembelajaran tersebut.

Read more, more, and more…

Pendekatan Pembelajaran IPS dalam Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep IPS

30 December 2012 Leave a comment

Belajar adalah proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia di sekeliling siswa, Syah (2010). Maka belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan atau pemahaman. Uno (2010) merumuskan pengertian belajar adalah suatu proses perubahan perilaku seseorang setelah mempelajari suatu objek (pengetahuan, sikap dan keterampilan) tertentu. Gagne (1970) menyatakan bahwa belajar merupakan kegiatan yang kompleks dan hasil belajar berupa kapabilitas, yang disebabkan: (1) Stimulus yang berasal dari lingkungan dan (2) proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar.  Jadi, belajar adalah suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat. Belajar adalah suatu proses dan aktivitas yang selalu dilakukan dan dialami manusia sejak manusia di dalam kandungan, buaian, tumbuh berkembang dari anak-anak, remaja sehingga menjadi dewasa, sampai liang lahat, sesuai dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat (Suyono dan Hariyanto, 2011: 1).

Dari beberapa kutipan di atas dapat disimpulkan beberapa hal yang menyangkut pengertian belajar sebagai berikut:

  1. Belajar merupakan suatu proses yaitu kegiatan yang berkesinambungan yang dimulai sejak lahir dan terus berlangsung seumur hidup.
  2. Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang yang berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan atau pemahaman.
  3. Belajar terjadi adanya perubahan tingkah laku (kognitif, afektif dan psikomotor) yang bersifat relatif permanen.
  4. Hasil belajar ditunjukkan dengan aktivitas-aktivitas tingkah laku secara keseluruhan.
  5. Adanya peranan kepribadian dalam proses belajar antara lain aspek motivasi, emosional, sikap dan sebagainya.
  6. Belajar adalah suatu aktivitas untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian.

More More MORE!

Konsep-Konsep IPS di Jenjang Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Tinggi

30 December 2012 2 comments

Pendidikan IPS merupakan kajian terpadu yang terkoordinasi dan sistematis atas beberapa disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniora seperti antropologi, arkeologi, ekonomi, geografi, sejarah, hukum, filsafat, ilmu politik, psikologi, agama, dan sosiologi, serta materi yang sesuai dari humaniora, matematika, dan ilmu pengetahuan alam.  Di jenjang persekolahan, pendidikan IPS, sesuai Kurikulum KTSP 2006 mencakup sejarah, geografi, dan ekonomi, serta sosiologi dan antropologi (untuk tingkat SMA).  Untuk tingkat perguruan tinggi, ditambah dengan ilmu politik.  Konsep-konsep ilmu sosial yang diadopsi di jenjang pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi untuk menganalisis fakta, peristiwa yang berkaitan dengan perilaku manusia masa kini, masa lalu agar dapat dimaknai dalam mengantisipasi masa mendatang, dapat disajikan sebagai berikut:

Tabel
Konsep-Konsep IPS di Jenjang Pendidikan Dasar, Menengah dan Pendidikan Tinggi

SEJARAH GEOGRAFI ANTROPOLOGI
  • Perubahan
  • Peristiwa
  • Sebab Akibat
  • Nasionalisme
  • Kemerdekaan
  • Kolonialisme
  • Revolusi
  • Fasisme
  • Komunisme
  • Peradaban
  • Perbudakan
  • Waktu
  • Feminisme
  • Emansipasi
  • Liberalisme
  • Tempat
  • Kependudukan
  • Iklim
  • Kelautan
  • Lingkungan Hidup
  • Permukaan Bumi
  • Urbanisasi
  • Peta
  • Perkotaan/Pedesaan
  • Mortalitas
  • Demografi
  • Transmigrasi
  • Kewilayahan
  • Spasial
  • Kebudayaan
  • Evolusi
  • Situs
  • Enkulturasi
  • Difusi
  • Akulturasi
  • Etnologi
  • Tradisi
  • Stereotip
  • Kekerabatan
  • Magis/Tabu
POLITIK SOSIOLOGI EKONOMI
  • Kekuasaan
  • Kedaulatan
  • Kontrol Sosial
  • Negara dan Bangsa
  • Pemerintahan
  • Sistem Pemerintahan
  • Legitimasi
  • Sistem Politik
  • Demokrasi
  • Partai politik dan Pemilu
  • Hak Asasi Manusia
  • Masyarakat
  • Peran
  • Norma
  • Sanksi
  • Interaksi sosial
  • Perubahan sosial
  • Permasalahan sosial
  • Penyimpangan
  • Globalisasi
  • Patronase
  • Komunikasi sosial
  • Kelangkaan
  • Produksi
  • Konsumsi
  • Investasi
  • Pasar
  • Uang
  • Perbankan
  • Kewirausahaan

Diadaptasi dari NCSS (2010), KTSP (2006), Supardan (2011).

Tampak pada tabel di atas bahwa fokus utama dari konsep-konsep IPS adalah kehidupan manusia yang terdiri atas beberapa aspek yang sangat kompleks.  Berdasarkan kehidupan manusia, aspek-aspek tersebut dapat diketegorikan berdasarkan ruang (alami dan non-alami), waktu (masa lalu, masa kini, dan masa depan), dan nilai atau norma yang harus dipatuhi sebagai warga masyarakat dan warga negara.  Aspek-aspek tersebut memerlukan adanya pengalaman, pengetahuan, keterampilan, sikap, kreativitas, penggunaan teknologi, dan adaptasi terhadap budaya yang berlaku, dengan tetap mematuhi kaidah, nilai, dan norma yang ada dalam masyarakat.  Melalui pembelajaran IPS, peserta didik diharapkan memperoleh pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pengalaman serta wawasan keilmuan, yang pada gilirannya dapat diterapkan pada kehidupan sehari-hari di lingkungannya dengan penuh komitmen dan tanggung jawab.  Melalui pengalaman manusia di masa lalu, peserta didik dapat memahami fakta dan peristiwa masa kini, dan dapat mengembangkan diri untuk mengantisipasi dan memprediksi pengalaman untuk masa mendatang yang lebih baik.



[::mar::]

Pengertian Konsep dan Konsep IPS

29 December 2012 3 comments
Bintang

You are the stars

Pengertian Konsep

Konsep adalah suatu pengertian yang disimpulkan dari sekumpulan data yang memiliki ciri-ciri yang sama.  Schwab (1969: 12-14) menyatakan bahwa konsep merupakan abstraksi, yaitu suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan, dan pengalaman-pengalaman kompleks.  Hal ini sejalan dengan pendapat Banks (1977:85) bahwa “a concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things, ideas, or events”, yang berarti bahwa konsep itu merupakan suatu kata atau frase abstrak yang bermanfaat untuk mengklasifikasikan atau menggolongkan sejumlah hal, gagasan, atau peristiwa.  Dengan demikian, pengertian konsep menunjuk pada suatu abstraksi, penggambaran dari sesuatu yang konkret maupun abstrak (tampak maupun tidak tampak) dapat berbentuk pengertian atau definisi ataupun gambaran mental, atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial relatif sama.

Bruner (1966) menyatakan setiap konsep memiliki tiga unsur yaitu: (1) examples, (2) attributes dan (3) attributes value.  Adapun Joyce dan Weil (2000: 125) menyatakan bahwa setiap konsep memiliki 6 aspek, yang meliputi:

  1. Nama yaitu istilah atau etiket yang diberikan kepada satu kategori fakta yang mempunyai ciri-ciri yang sama.
  2. Essential attributes atau criteria attributes, yaitu ciri-ciri yang menempatkan contoh-contoh konsep yang berlainan dalam kategori yang sama.
  3. Non essential attributes, adalah ciri-ciri yang tidak ikut menentukan apakah contoh termasuk ke dalam suatu kategori.
  4. Positive examples
  5. Negative attributes, ini tidak mewakili konsep
  6. Rule, adalah pernyataan yang mencakup semua criteria attributes.

Continue Reading!

Pages: 1 2 3

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.