Home > Education, Kepala Sekolah (Principalship) > Kepemimpinan Kepala Sekolah Berdasarkan Perspektif Perilaku

Kepemimpinan Kepala Sekolah Berdasarkan Perspektif Perilaku

26 December 2012 Leave a comment Go to comments

Terdapat beragam teori dalam mengukur kinerja kepemimpinan, namun fokus di sini didasarkan pada kepemimpinan berdasarkan perspektif perilaku.  Menurut Yukl (2006:77), kepemimpinan itu adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktivitas-aktivitas suatu kelompok menuju suatu tujuan yang ingin dicapai bersama. Perilaku individu sebagai pemimpin menggambarkan kombinasi yang konsisten dari falsafah, keterampilan, sifat, dan sikap yang mendasari perilaku seorang pemimpin. Menurut Liu & McMuray (2004:341), pendekatan perilaku dalam memandang aspek kepemimpinan hingga saat ini paling banyak memperoleh perhatian peneliti dan banyak diteliti.

Teori perilaku mengasumsikan bahwa bukan hanya ada satu pendekatan natural dan universal dalam kepemimpinan, namun ada berbagai perilaku  pemimpin yang berbeda. Pola umum yang biasanya digunakan untuk mengenali perilaku pemimpin adalah perilaku yang berorientasi pada tugas atau berorientasi pada hubungan atau beberapa kombinasi dari keduanya.  Menurut Yukl (2009:90), kebanyakan studi mengenai perilaku, banyak memusatkan perhatian pada dua aspek utama kepemimpinan, yaitu perilaku yang berorientasi pada tugas (task-oriented behavior), dan perilaku yang berorientasi pada hubungan (relationship-oriented behavior).

Perilaku berorientasi tugas adalah suatu perilaku seorang pemimpin untuk mengatur dan merumuskan peranan-peranan dari anggota-anggota kelompok atau para pengikut, menerangkan kegiatan yang harus dikerjakan oleh masing-masing anggota, kapan dilakukan, dimana melaksanakannya, dan bagaimana tugas-tugas itu harus dicapai. Para pemimpin yang berorientasi pada produksi cenderung menekankan aspek-aspek teknis atau tugas dari pekerjaan, menggunakan personal dan sumber daya secara efisien dan menyelenggarakan operasi yang teratur dan dapat diandalkan – perhatian utamanya adalah penyelesaian tugas-tugas (Robbins & Judge, 2007:360); (Yukl, 2004:77). Selanjutnya Yukl (2004:84) mengemukakan tiga perilaku pemimpin yang berorientasi pada tugas yang penting bagi keberhasilan suatu pekerjaan, yaitu perilaku dalam kaitannya dengan: (1) merencanakan aktivitas kerja; (2) menjelaskan peran dan tujuan; dan (3) memantau operasi dan kinerja.

Perilaku berorientasi hubungan dideskripsikan sebagai pemimpin yang menekankan hubungan antar personal, mementingkan kebutuhan karyawan dan menerima perbedaan individual di antara para anggotanya (Robbins and Judge, 2007:360).  Pemimpin demikian ingin memelihara hubungan-hubungan antar pribadi di antara dirinya dengan anggota-anggota kelompok atau para pengikut dengan cara membuka lebar-lebar jalur komunikasi, mendelegasikan tanggung jawab, dan memberikan kesempatan pada para bawahan untuk menggunakan potensinya.

Pemimpin yang berorientasi pada hubungan menurut peneliti di University of Michigan, terkait dengan produktivitas kelompok yang lebih tinggi dan kepuasan kerja yang lebih baik (Robbins & Judge, 2007:360). Yukl (2004:89) mengemukakan tiga jenis perilaku pemimpin yang berorientasi pada hubungan, yaitu: (1) memberi dukungan; (2) mengembangkan; dan (3) memberi pengakuan.

 

———-

Klik di sini untuk Referensi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: