Home > Education, Kepala Sekolah (Principalship) > Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah

Pengukuran Kinerja Kepala Sekolah

26 December 2012 Leave a comment Go to comments

Condon & Clifford (2012: 2) mengemukakan dimensi kinerja kepala sekolah dengan penekanan pada profesi dan kepemimpinan kepala sekolah yang mengacu pada Standar Kebijakan Kepemimpinan dalam Pendidikan, yaitu:

1. Visi yang kuat untuk pembelajaran peserta didik

2. Pengembangan budaya sekolah dan program pembelajaran

3. Manajemen sekolah yang efektif

4. Kerja sama dengan warga sekolah

5. Integritas kepribadian dan etika pemimpin

6. Pemahaman dan respon lingkungan eksternal

Mengacu pada Multidimensional Principal Performance Rubric dari Cates-Williams (2011), terdapat 6 (enam) domain yang menekankan pada pendekatan holistik dalam kepemimpinan dan kinerja kepala sekolah, yaitu: (1) Shared Vision of Learning, (2) School Culture and Instructional Program; (3) Safe, Efficient, Effective Learning Environment; (4) Community; (5) Integrity, Fairness, Ethics; dan (6) Political, Social, Economic, Legal and Cultural Context.  Berikut diuraikan masing-masing domain dalam kinerja kepala sekolah:

1. Shared Vision of Learning berkaitan dengan kinerja kepala sekolah dalam mendorong keberhasilan setiap siswa dengan memfasilitasi pengembangan, artikulasi, pelaksanaan, dan pengelolaan visi pembelajaran yang digunakan bersama dan didukung oleh semua warga sekolah. Di dalamnya, terdapat dua aspek, yaitu:
a. Kolaborasi (collaboration), yaitu melakukan kolaborasi dalam visi bersama-sama dengan warga sekolah untuk mengembangkan dan mengimplementasikan visi dan misi bersama dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran.
b. Keberlanjutan (sustainability), yaitu fokus pada keberlanjutan dan makna di luar saat ini, mengontekstualisasikan keberhasilan saat ini dan perbaikan sebagai warisan masa depan.

2. School Culture and Instructional Program berkaitan dengan kinerja kepala sekolah dalam mendorong keberhasilan setiap siswa dengan memberikan nasihat, memelihara, dan mempertahankan budaya sekolah dan program pengajaran yang kondusif untuk belajar siswa dan pertumbuhan profesional guru. Di dalamnya terdapat empat aspek, yaitu:
a. Budaya Sekolah (school culture), yaitu berupa sikap, pengetahuan, perilaku dan keyakinan yang menjadi ciri lingkungan sekolah dan diterapkan oleh warga sekolah.
b. Program pembelajaran (instructional program) yaitu perencanaan dan penyelenggaraan kurikulum yang berkualitas sehingga menghasilkan kejelasan prestasi belajar peserta didik.
c. Pengembangan Kapasitas (capacity building), yaitu mengembangkan potensi dan mengembangkan keahlian internal yang ada untuk meningkatkan pembelajaran dan praktiknya.
d. Proses Perencanaan Strategis (Strategic Planning Process), yang berkaitan dengan implementasi dan monitoring dari perencanaan strategis sekolah, untuk selanjutnya dilakukan penyempurnaan dalam mendukung peningkatan berkelanjutan (continuous improvement).

3. Safe, Efficient, Effective Learning Environment berkaitan dengan kinerja kepala sekolah dalam meningkatkan keberhasilan setiap siswa dengan memberdayakan seluruh operasi, sumber daya dalam suatu lingkungan yang nyaman, efisien dan efektif. Di dalamnya terdapat aspek sebagai berikut:
a. Pengelolaan SDM (guru dan staf TU).
b. Pengelolaan sumber daya lainnya (finansial, fasilitas, teknologi belajar).
c. Kesejahteraan SDM dan kenyamanan belajar siswa.
d. Fokus pada proses pembelajaran (interaksi guru dan siswa di kelas maupun di luar kelas).

4. Community berkaitan dengan kinerja kepala sekolah dalam meningkatkan keberhasilan sekolah melalui kerja sama dengan guru, siswa, orang tua siswa, komite/majelis sekolah, dalam merespon terhadap berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat, dan menggerakkan sumber daya dari masyarakat. Dengan demikian di dalamnya terkandung kinerja kepala sekolah dalam melakukan:
a. Kerja sama dengan warga sekolah
b. Merespon berbagai kepentingan
c. Kemitraan dengan masyarakat.

5. Integrity, Fairness, Ethics berkaitan dengan kinerja kepala sekolah dalam meningkatkan keberhasilan sekolah dengan penuh integritas, berkeadilan, dan beretika. Di dalamnya terkandung aspek-aspek sebagai berikut:
a. Menjadi teladan, sehingga dapat melibatkan warga sekolah dalam berperilaku etis.
b. Memberi peluang kepada warga sekolah dalam menjaga nilai-nilai demokrasi, persamaan dan perbedaan.
c. Mengintegrasikan kebutuhan warga sekolah dengan inisiatif peningkatan, tindakan, dan keputusan yang adil.

6. Political, Social, Economic, Legal and Cultural Context berkaitan dengan kinerja kepala sekolah dalam meningkatkan keberhasilan sekolah dengan memahami, merespon, dan mempengaruhi konteks politik, sosial, ekonomi, hukum, dan budaya. Di dalamnya terkandung aspek-aspek:
a. Melakukan perubahan terus menerus dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
b. Mengantisipasi perubahan
c. Berupaya mempengaruhi pihak lain untuk kepentingan kualitas pembelajaran.

————-
Untuk referensi, klik: Referensi
————-

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: