Home > Administrasi Pendidikan, Education, Mutu Pendidikan > Peningkatan Mutu Sekolah dalam Konteks Administrasi Pendidikan

Peningkatan Mutu Sekolah dalam Konteks Administrasi Pendidikan

26 December 2012 Leave a comment Go to comments

Administrasi menempati kedudukan penting dalam pengembangan kegiatan kerja sama dari sekelompok orang dalam usaha mencapai tujuan.  Fungsi administrasi sebagai suatu karakteristik dari pendidikan muncul dari kebutuhan untuk memberi arah kepada perkembangan dan operasional sekolah.  Sekolah sebagai suatu lembaga pendidikan dalam melaksanakan fungsinya di bidang pendidikan dan pengajaran sangat ditentukan oleh pengadministrasian dan penataan pendidikan di sekolah tersebut.

Administrasi pendidikan, menurut Sutisna (1989: 17), dapat diartikan sebagai: (a) Suatu peristiwa mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang saling bergantung dari orang-orang dan kelompok-kelompok untuk mencapai tujuan bersama dalam pendidikan anak; (b) Administrasi pendidikan adalah suatu yang membuat kegiatan-kegiatan terselenggara dengan efisien bersama dan melalui orang lain.  Sesuai dengan pendapat di atas, dapat ditegaskan bahwa administrasi meliputi kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang dalam suatu organisasi yang bertugas membuat kegiatan mengatur atau menata guna menciptakan usaha kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu.

Engkoswara (1987: 14) mengemukakan bahwa administrasi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber belajar dan fasilitasi untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimal dan penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta dalam pencapaian tujuan pendidikan yang disepakati.  Administrasi pendidikan pada dasarnya adalah suatu media belaka untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu efektif dan efisien.

Dalam pandangan yang luas, Herbert A. Simon dalam Burhanuddin (1994:8) mendefinisikan administrasi sebagai kelompok untuk mencapai tujuan bersama, yaitu “administration can be defined as the activities of group corporation to accomplish common goals”.  Berdasarkan definisi ini, dapat dikemukakan beberapa definisi administrasi yang mengandung pokok-pokok pengertian sebagai berikut: (1) administrasi merupakan proses kerja sama; (2) aktivitas kerja sama dilakukan oleh dua orang atau lebih; (3) mempunyai tujuan.

Kriteria atau ukuran keberhasilan administrasi pendidikan adalah mutu dan produktivitas pendidikan, yang dapat dilihat pada produk, hasil atau efektivitas dan pada proses, suasana atau efisiensi.  Kriteria keberhasilan memerlukan proses administrasi pendidikan, minimal meliputi perilaku manusia dalam berorganisasi.  Perilaku manusia dalam berorganisasi dapat dinyatakan dalam bentuk perencana, pelaksanaan, pengawasan atau pengendalian termasuk memimpin.  Dengan kata lain dalam menentukan kebijakan, manajemen ada wilayah yang terbatas pada operasional dengan mengacu pada pendapat yang dikemukan oleh para ahli administrasi pendidikan, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, kepemimpinan dan pengawasan.  Dengan demikian, administrasi pendidikan dapat sebagai suatu proses pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya pendidikan melalui kerja sama sejumlah orang yang melaksanakan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pelaksanaan (organizing), dan evaluasi (evaluating), dalam mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.

Berkaitan dengan itu, Hoy dan Miskel (2001) menjelaskan ruang lingkup materi kajian administrasi pendidikan berawal dari pemikiran bahwa sekolah merupakan suatu sistem sosial.  Sekolah sebagai sistem sosial memiliki empat unsur atau subsistem yang penting, yaitu (1) struktur, (2) individu, (3) budaya, dan (3) politik.  Dalam konteks pengajaran dan pembelajaran, perilaku organisasi merupakan fungsi dari interaksi unsur-unsur tersebut.  Aspek lainnya yang juga penting dari kehidupan organisasi adalah lingkungan, yang tidak hanya menyediakan sumber bagi sistem tersebut tetapi juga menimbulkan kendala dan peluang lainnya.  Model Sistem Sosial untuk Sekolah menurut Hoy dan Miskel (2001) dapat digambarkan sebagai berikut.

Sekolah sebagai Sistem Sosial

Sekolah Sebagai Sistem Sosial

Efektivitas sekolah sebagai lembaga pembelajaran yang efektif dapat dicapai dengan menciptakan struktur yang secara berkelanjutan dapat mendukung pembelajaran dan pengajaran serta memperkuat adaptasi organisasi.  Selain itu, pengembangan budaya dan iklim organisasi yang kondusif dan terbuka serta kolaboratif juga perlu dilakukan, sehingga dapat menarik individu yang bersikap mandiri, efektif, dan terbuka terhadap berbagai perubahan.  Dengan demikian, penyalahgunaan aktivitas politik serta aktivitas pengajaran dan pembelajaran yang tidak baik dapat dihindarkan.  Semua itu dapat ditingkatkan dengan adanya kepemimpinan yang transformasional, komunikasi yang terbuka dan intens, dan pembuatan keputusan yang ditetapkan bersama.  Pihak sekolah ditantang untuk tidak hanya menciptakan sekolah yang memiliki kemampuan untuk menjawab secara efektif masalah-masalah yang terjadi saja tetapi juga pada masalah-masalah baru yang berkaitan dengan efektivitas sekolah.

Mengacu pada pendapat Hoy dan Miskel (2001), ruang lingkup dari materi kajian administrasi pendidikan mencakup: (1) poses belajar mengajar, (2) struktur sekolah, (3) individu, (4) budaya dan iklim sekolah, (5) kekuasaan dan politik di sekolah, (5) lingkungan eksternal sekolah, (6) efektivitas dan kualitas sekolah, (7) pembuatan keputusan, (8) komunikasi, dan (9) kepemimpinan.

 =|||= Klik di sini untuk Referensi =|||= 
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: