Home > Education, Kepala Sekolah (Principalship) > Sekilas mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah

Sekilas mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah

26 December 2012 Leave a comment Go to comments

Kepemimpinan (leadership) merupakan salah satu faktor utama dalam organisasi yang mendinamisasi, menggerakkan, mengarahkan, dan mengkoordinasikan berbagai faktor lain dalam organisasi.  Dengan kata lain, keberhasilan, kegagalan atau maju mundurnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh faktor kepemimpinan.

Definisi kepemimpinan telah banyak dikemukakan oleh para ahli sesuai dengan perspektif individual dan gejala yang paling menarik perhatiannya.  Goetsch & Davis (1997: 192) melihat kepemimpinan sebagai suatu peran keseluruhan yang di dalamnya manajer menunjukkan “the ability to inspire people to make a total, willing and voluntary commitment to accomplishing or exceeding organizational goals”.  Sebaliknya, Arnold & Feldman (1986: 120) melihat kepemimpinan sebagai sikap yang lebih mengarahkan (directive in nature), “leadership involves the exercise of influence on the part of the leader over the behaviour of one or more other people”.

Gibson, et al (2010:5) mendefinisikan kepemimpinan sebagai usaha menggunakan suatu gaya memengaruhi dan tidak memaksa untuk memotivasi individu dalam mencapai tujuan.  Sementara itu, Robbins dan Judge(2007:356) mendefinisikan kepemimpinan sebagai berikut: “ability to influence a group toward the achievement of a vision or set of goals” (Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi suatu kelompok guna mencapai sebuah visi atau serangkaian tujuan yang ditetapkan).

Senada dengan hal tersebut, Kreitner dan Kenicki(2005:299) mendefinisikan kepemimpinan sebagai suatu proses sosial ketika pemimpin mengusahakan partisipasi sukarela dari para bawahan dalam suatu usaha untuk mencapai tujuan organisasi.

Rauch & Behling (1984:46) mendefinisikan kepemimpinan sebagai “proses memengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir untuk mencapai sasaran”.  Richards & Eagel (1986:4) menyatakan bahwa “kepemimpinan adalah cara mengartikulasikan visi, mewujudkan nilai, dan menciptakan lingkungan guna mencapai sesuatu”.

Definisi kepemimpinan yang dianggap fenomena lebih luas dikemukakan oleh Gardner (1990:38) sebagai berikut: “leadership is the accomplishment of group purpose, which is furthered not only by effective leaders but also by innovators, entrepreneurs, and thinker; by the availability of resources; by questions of value and social cohesion”.

Dalam penelitian ini kepemimpinan didefinisikan sebagai “proses untuk memengaruhi orang lain untuk memahami dan setuju dengan apa yang perlu dilakukan dan cara-cara tugas itu dilakukan secara efektif, serta proses untuk memfasilitasi upaya individu dan kolektif untuk mencapai tujuan bersama” (Yukl, 2009:8). Definisi ini digunakan karena mencakup upaya tidak hanya memengaruhi dan memfasilitasi pekerjaan kelompok atau organisasi yang sekarang, tetapi juga dapat digunakan untuk memastikan bahwa semuanya dipersiapkan untuk memenuhi tantangan di masa depan.

Beragamnya konsep dan definisi mengenai kepemimpinan, sejalan dengan teori-teori mengenai kepemimpinan yang diajukan oleh para ahli. Teori-teori kepemimpinan yang muncul lebih awal pada umumnya lebih fokus terhadap kualitas yang membedakan antara seorang pemimpin dengan pengikut, sementara teori-teori kepemimpinan mutakhir cenderung melihat variabel-variabel yang memengaruhi kepemimpinan, seperti faktor situasional dan tingkat keterampilan (Cherry, 2010).

Menurut Robbins dan Judge(2007:356-371), ada tiga teori kepemimpinan yaitu: (1) teori sifat kepemimpinan (trait theories of leadership), (2) teori perilaku kepemimpinan (behavioral theories of leadership), dan (3) teori kotingensi (contingency theories).  Sementara Yukl (2009:13) menyebutkan ada lima pendekatan, yaitu (1) pendekatan ciri, (2) pendekatan perilaku, (3) pendekatan kekuasaan-pengaruh, (4) pendekatan situasional, dan (5) pendekatan terpadu.  Cherry(2010) menyatakan bahwa teori-teori kepemimpinan dapat diklasifikasikan menjadi delapan teori berikut: 1) Great Man Theories; 2) Trait Theories; 3) Behavioral Theories; 4) Participative Theories; 5) Situasional Theories; 6) Contingency Theories; 7) Transactional Theories; dan 8) Transformational Theories.

Great Man Theories, mengasumsikan bahwa kapasitas kepemimpinan merupakan sesuatu yang inheren, dibawa sejak lahir dan bukan dibentuk. Trait Theories, memiliki kesamaan dengan Great Man Theories, yakni bahwa seorang pemimpin dilahirkan dengan memiliki sifat-sifat, kualitas, dan karakteristik tertentu sebagai faktor pembawaan. Behavioral Theories, berlandaskan pada keyakinan bahwa pemimpin dapat diciptakan, dan fokus kepada tindakan yang dilakukan seorang pemimpin daripada kualitas mental atau kondisi-kondisi internalnya. Participative Theories, mengasumsikan bahwa pemimpin yang ideal adalah seseorang yang mampu mengusahakan partisipasi dari anggota kelompoknya dan membantu mereka lebih berkomitmen dalam pengambilan keputusan. Situasional Theories, menyatakan bahwa pemimpin dapat memilih tindakan terbaik berdasarkan variabel-variabel situasional tertentu. Contingency Theories,fokus terhadap variable-variabel lingkungan tertentu yang turut menentukan gaya kepemimpinan yang tepat pada satu situasi. Transactional Theories, seringkali disebut sebagai manajemen teori, karena lebih berpusat pada peran supervisi, organisasi, dan kinerja kelompok, berdasarkan sistem reward and punishment. Transformational Theories, dikenal pula sebagai teori hubungan, memusatkan pada koneksi yang terbentuk di antara pemimpin dan pengikut, berdasarkan standar tugas, potensi serta etika tertentu.

Penelitian ini mendasarkan pada Pendekatan Perilaku yang berusaha meninggalkan karakteristik deterministik seperti dalam pendekatan sifat. Pendekatan ini berusaha menentukan apa yang seharusnya dilakukan pemimpin yang efektif, seperti pendelegasian tugas, berkomunikasi, memotivasi bawahan, dan menciptakan lingkungan kerja menyenangkan. Menurut Robbins and Judge(2007:359) The difference between trait and behavioral theories, in term of applications, lies in their underlying assumptions. Trait theories assume leaders are born rather than made. (Perbedaan antara teori sifat dan teori perilaku, dalam penerapannya, terletak pada asumsi-asumsi pokoknya. Teori sifat berasumsi bahwa pemimpin dilahirkan, bukan diciptakan).

Dalam pendekatan perilaku, terdapat beberapa teori yang dapat dipakai sebagai dasar acuan untuk mengukur kepemimpinan yang efektif, yaitu: Ohio State University Studies, University of Michigan Studies (Rensis Likert), dan The Managerial Grid (Blake & Mouton).

Studi Ohio State University.Penelitian ini menghasilkan perkembangan dari dua dimensi perilaku pemimpin yang berorientasi pada tugas yang disebut dengan struktur prakarsa (initiating structure) dan perilaku pemimpin yang berorientasi pada karyawan yang disebut dengan pertimbangan (consideration).  Initiating structure menyangkut perilaku dimana pemimpin mengorganisir dan mendefinisikan hubungan-hubungan dalam kelompok, fokus pimpinan ada pada tujuan dan hasil. Consideration menyangkut perilaku yang menunjukkan persahabatan, saling mempercayai, respek, serta hubungan antara pimpinan dan bawahan yang kondusif. Pimpinan mendukung komunikasi yang terbuka dan partisipatif.

Di dalam menelaah perilaku pemimpin, tim peneliti dari Ohio State University ini menemukan bahwa kedua perilaku initiating structure dan consideration tersebut sangat berbeda dan terpisah satu sama lain. Nilai yang tinggi pada satu dimensi tidaklah mesti diikuti rendahnya nilai dari dimensi yang lain. Perilaku pemimpin dapat pula merupakan kombinasi dari dua dimensi tersebut dirancang pada sumbu yang terpisah. Segi empat kepemimpinan dikembangkan untuk menunjukkan bermacam kombinasi dari initiating structure (struktur prakarsa) dengan consideration (pertimbangan), seperti terlihat pada gambar berikut:

segiempat kepemimpinan ohio state university

Segi Empat Kepemimpinan (Ohio State University)

———————-

Klik di sini untuk Referensi

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: