Home > Education, IPS (Social Studies) > Pengertian Konsep dan Konsep IPS

Pengertian Konsep dan Konsep IPS

29 December 2012 Leave a comment Go to comments
Bintang

You are the stars

Pengertian Konsep

Konsep adalah suatu pengertian yang disimpulkan dari sekumpulan data yang memiliki ciri-ciri yang sama.  Schwab (1969: 12-14) menyatakan bahwa konsep merupakan abstraksi, yaitu suatu konstruksi logis yang terbentuk dari kesan, tanggapan, dan pengalaman-pengalaman kompleks.  Hal ini sejalan dengan pendapat Banks (1977:85) bahwa “a concept is an abstract word or phrase that is useful for classifying or categorizing a group of things, ideas, or events”, yang berarti bahwa konsep itu merupakan suatu kata atau frase abstrak yang bermanfaat untuk mengklasifikasikan atau menggolongkan sejumlah hal, gagasan, atau peristiwa.  Dengan demikian, pengertian konsep menunjuk pada suatu abstraksi, penggambaran dari sesuatu yang konkret maupun abstrak (tampak maupun tidak tampak) dapat berbentuk pengertian atau definisi ataupun gambaran mental, atribut esensial dari suatu kategori yang memiliki ciri-ciri esensial relatif sama.

Bruner (1966) menyatakan setiap konsep memiliki tiga unsur yaitu: (1) examples, (2) attributes dan (3) attributes value.  Adapun Joyce dan Weil (2000: 125) menyatakan bahwa setiap konsep memiliki 6 aspek, yang meliputi:

  1. Nama yaitu istilah atau etiket yang diberikan kepada satu kategori fakta yang mempunyai ciri-ciri yang sama.
  2. Essential attributes atau criteria attributes, yaitu ciri-ciri yang menempatkan contoh-contoh konsep yang berlainan dalam kategori yang sama.
  3. Non essential attributes, adalah ciri-ciri yang tidak ikut menentukan apakah contoh termasuk ke dalam suatu kategori.
  4. Positive examples
  5. Negative attributes, ini tidak mewakili konsep
  6. Rule, adalah pernyataan yang mencakup semua criteria attributes.


Kesalahan konsep bisa terjadi manakala adanya penghilangan atau penambahan dari hal-hal yang esensial, sehingga terjadi kekeliruan. Dengan demikian dalam pembelajaran jenis konsep dikembangkan oleh pengetahuan yang berhubungan dengan fakta mencakup semua data khususnya yang terdiri dari kejadian, objek, orang atau gejala yang dapat dirasakan. Fakta adalah tingkat yang paling rendah dari suatu  abstraksi, suatu fakta merupakan keadaan faktual dan dapat diterima sebagaimana adanya. Konsep merupakan suatu pernyataan atau frase yang berguna dalam mengklasifikasikan fakta, kejadian, atau ide berdasarkan karakteristik yang umum.

Dengan demikian, konsep adalah suatu pengertian yang disimpulkan dari sekumpulan data yang memiliki ciri-ciri yang sama. Dapat dikatakan konsep merupakan abstrak dari suatu kejadian atau hal-hal yang memiliki ciri-ciri yang sama atau ide tentang sesuatu di dalam pikiran. Makin abstrak suatu konsep, makin besar kemampuan mengumpulkan fakta yang lebih spesifik, dan makin  tidak abstrak yang berada di bawahnya. Bentuk geografi adalah merupakan konsep, yang berada di bawahnya antara lain: sungai, danau, pegunungan, tebing, lautan dan lain sebagainya. Ilmu Pengetahuan Sosial kaya akan konsep-konsep IPS, dalam memahami konsep IPS tentu mengetahui terlebih dahulu konsep IPS itu sendiri . Menurut Kamus Bahasa Indonesia kata “pahammengandung makna pengertian; pengetahuan banyak, sedangkan “pemahamanadalah proses, perbuatan, cara memahami atau memahamkan.

Fakta yang ada di dalam masyarakat dan lingkungannya. Fakta-faktanya di lingkungan masyarakat, salah satu contohnya konsep ilmu-ilmu sosial sebagai berikut: Ilmu Ekonomi; kelangkaan sumber-sumber kebutuhan hidup, Politik; kekuasaan dan kekuatan, Ekologi; interaksi kehidupan dan lingkungan, Sosiologi; masyarakat, Antropologi; kebudayaan, Psikologi; kejiwaan, Sejarah; waktu dan Geografi; ruang.  Setiap cabang ilmu sosial mengembangkan konsep dasar serta generalisasi masing-masing yang sesuai. Mempelajari konsep merupakan hal yang sangat penting, akan memudahkan memahami proses terjadinya, karena diperoleh melalui pemahaman yaitu mengerti lebih banyak pengetahuan, sehingga membuat suatu peristiwa menjadi lebih jelas kaitannya antara satu sama lain.

Dari uraian di atas, proses pembentukan konsep dan generalisasi berjalan secara induktif melalui penyajian fakta menjadi konsep dan dari konsep menjadi generalisasi. Kegagalan dalam memahami konsep akan mengakibatkan kesalahan dalam membentuk generalisasi (Alma dan Harlasgunawan, 2003:155). Dengan demikian dalam memilih konsep yang hendak diajarkan kepada mahasiswa memperhatikan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: ketepatan, kegunaan, kekayaan pengalamannya, kekayaan konsep yang telah dipahami, lingkungan hidup peserta didik dan tingkat kematangan peserta didik.

Pengertian konsep di atas mengacu pada konsep struktur ilmu yang di dalamnya mencakup ilmu sosiologi, antropologi, geografi, sejarah, ilmu ekonomi, dan ilmu politik.


Pages: 1 2 3

  1. Cut anindya andarini
    15 February 2016 at 13:34

    Bisa tau nama lengkap penulis blog ini? Karena untuk bahan menulis skripsi. Terima kasih ^^

  1. 30 December 2012 at 02:07
  2. 30 December 2012 at 03:19
  3. 1 February 2013 at 17:18

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: