Home > Education, Guru (Teacher) > Motivasi Guru: Teori Hierarki Kebutuhan

Motivasi Guru: Teori Hierarki Kebutuhan

30 December 2012 Leave a comment Go to comments

Perkembangan konsep motivasi banyak mendapat perhatian sejak tahun 1950-an.  Ada tiga teori yang dirumuskan pada periode tersebut, yang walaupun validitasnya masih banyak dipertanyakan, masih terus digunakan dalam menjelaskan motivasi pekerja.  Tiga teori itu adalah teori hierarki kebutuhan, teori X dan Y, dan teori dua-faktor.

Teori motivasi yang paling terkenal adalah teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow dalam Razik dan Swanson (1995: 283), .  Dia menyatakan bahwa dalam setiap manusia terdapat suatu hierarki lima kebutuhan.  Kebutuhan itu adalah:

  1. Physiological: termasuk di dalamnya rasa lapar, haus, papan, biologi dan kebutuhan badaniah lainnya.
  2. Safety: termasuk di dalamnya keamanan dan perlindungan dari bahaya fisik dan emosi.
  3. Social/Love: termasuk di dalamnya rasa kasih-sayang, rasa memiliki, penerimaan, dan persahabatan.
  4. Esteem: termasuk di dalamnya faktor-faktor penghargaan internal seperti menghargai diri-sendiri, otonomi, dan pencapaian prestasi; dan faktor penghargaan eksternal seperti status, pengakuan, dan perhatian.
  5. selfactualization: merupakan dorongan untuk menjadi seseorang yang mendekati kesempurnaan; termasuk di dalamnya adalah pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang, dan pemenuhan-diri.

Bila setiap kebutuhan ini telah terpuaskan, kebutuhan berikutnya akan lebih dominan ketimbang kebutuhan sebelumnya.  Pada gambar  di bawah ini, seseorang bergerak ke tahap hierarki berikutnya.  Dari sudut pandang motivasi, teori ini menyatakan bahwa walaupun tidak ada satu pun kebutuhan yang terpuaskan secara penuh, kebutuhan yang pada dasarnya telah terpuaskan tidak akan lagi memotivasi.  Jadi, menurut Maslow, jika kita ingin memotivasi seseorang, kita perlu memahami pada tingkat hierarki mana seseorang itu berada dan kemudian memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan tersebut atau yang berada di tingkat di atasnya.

Hierarki Kebutuhan Maslow

Hierarki Kebutuhan Maslow (Robbins, 2001: 152)

Maslow memisahkan lima kebutuhan itu menjadi tingkat yang lebih tinggi dan yang lebih rendah.  Kebutuhan physiological dan safety dinyatakan sebagai lower-order needs, sedangkan kebutuhan social/love, esteem, dan self-actualization sebagai higher-order needs.  Perbedaan di antara kedua peringkat tersebut dibuat berdasarkan premis bahwa kebutuhan higher-order itu dipuaskan secara internal (oleh orang itu sendiri), sedangkan kebutuhan lower-order lebih dipuaskan secara internal (seperti oleh upah, kontrak kerja, dan status yang permanen).  Dalam hal ini, pada waktu ekonomi sedang maju, hampir semua kebutuhan lower-order dari para pegawai yang bekerja secara permanen itu pada dasarnya telah terpenuhi.

[::mar::]


Related articles

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: