Home > Belajar dan Pembelajaran (Learning), Education, IPS (Social Studies) > Pendekatan Pembelajaran IPS dalam Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep IPS

Pendekatan Pembelajaran IPS dalam Meningkatkan Kemampuan Memahami Konsep IPS

30 December 2012 Leave a comment Go to comments

Belajar adalah proses memperoleh arti-arti dan pemahaman-pemahaman serta cara-cara menafsirkan dunia di sekeliling siswa, Syah (2010). Maka belajar merupakan perubahan dalam kepribadian yang dimanifestasikan sebagai suatu pola-pola respon yang berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan atau pemahaman. Uno (2010) merumuskan pengertian belajar adalah suatu proses perubahan perilaku seseorang setelah mempelajari suatu objek (pengetahuan, sikap dan keterampilan) tertentu. Gagne (1970) menyatakan bahwa belajar merupakan kegiatan yang kompleks dan hasil belajar berupa kapabilitas, yang disebabkan: (1) Stimulus yang berasal dari lingkungan dan (2) proses kognitif yang dilakukan oleh pelajar.  Jadi, belajar adalah suatu perubahan kemampuan bereaksi yang relatif langgeng sebagai hasil latihan yang diperkuat. Belajar adalah suatu proses dan aktivitas yang selalu dilakukan dan dialami manusia sejak manusia di dalam kandungan, buaian, tumbuh berkembang dari anak-anak, remaja sehingga menjadi dewasa, sampai liang lahat, sesuai dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat (Suyono dan Hariyanto, 2011: 1).

Dari beberapa kutipan di atas dapat disimpulkan beberapa hal yang menyangkut pengertian belajar sebagai berikut:

  1. Belajar merupakan suatu proses yaitu kegiatan yang berkesinambungan yang dimulai sejak lahir dan terus berlangsung seumur hidup.
  2. Belajar merupakan suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang yang berupa keterampilan, sikap, kebiasaan, kecakapan atau pemahaman.
  3. Belajar terjadi adanya perubahan tingkah laku (kognitif, afektif dan psikomotor) yang bersifat relatif permanen.
  4. Hasil belajar ditunjukkan dengan aktivitas-aktivitas tingkah laku secara keseluruhan.
  5. Adanya peranan kepribadian dalam proses belajar antara lain aspek motivasi, emosional, sikap dan sebagainya.
  6. Belajar adalah suatu aktivitas untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan memperbaiki perilaku, sikap dan mengokohkan kepribadian.


Dalam konteks memperoleh pengetahuan, menurut pemahaman sains konvensional, kontak manusia dengan alam diistilahkan pengalaman (experience). Pengalaman yang terjadi berulang kali melahirkan pengetahuan (knowledge) atau a body of knowledge.  Lahirnya teori kognitivisme, perubahan definisi pengetahuan bahwa pengetahuan itu terbangun oleh sekumpulan fakta-fakta, a bundle of fact. Munculah istilah pengalaman adalah guru yang paling baik experience is the best teacher.  Belajar itu tidak hanya penjejalan pengetahuan kepada peserta didik atau belajar itu harus melalui pengajaran yang berfokus pada pendidik (teacher oriented). Namun  belajar dapat diperoleh dari alam dengan mengamati, melakukan, mencoba dan menyaksikan suatu proses.

Dalam prakteknya pengajaran yang dilakukan adalah pendidik merupakan pusat kegiatan pengajaran, mendominasi dan peserta didik diibaratkan seperti gelas kosong yang harus diisi air hingga penuh. Paulo Freire dengan paham rekontruksionisme sosial, menyebutnya dengan model pengajaran gaya bank. Dimana pendidik memberikan uang atau pengetahuan kepada peserta didik, dimana peserta didik pasif dan reseptif, pembelajaran berlangsung tanpa ada demokratisasi, memasung kreativitas peserta didik. Model ini disebut pengajaran dengan model komando (Suyatno dan Hariyanto, 2011:10).

Dengan demikian pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara komponen-komponen sistem pembelajaran.  Proses belajar mengajar diartikan sebagai suatu interaksi antara peserta didik dan pendidik dalam rangka mencapai tujuan (Makmun, 1999:89). Peserta didik sebagai yang belajar, pendidik  yang mengajar. Pengajaran dilakukan dalam suatu aktivitas yang disebut dengan mengajar. Mengajar adalah upaya memberikan stimulus, bimbingan, pengarahan dan dorongan kepada siswa agar terjadi proses belajar, Suyatno (2011:16). Pada pertengahan abad ke-20 mengajar adalah sebuah proses pemberian bimbingan dan memajukan kemampuan pembelajar yang berpusat pada pendidik. Kemudian mengalami perkembangan bahwa model pendidikan yang berpusat kepada peserta didik. Pengajaran dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen yang saling bergantung satu sama lain, dan terorganisir antara kompetensi yang harus diraih peserta didik, materi pelajaran, media pengajaran, sumber belajar, pengorganisasian kelas dan penilaian.

Dalam melaksanakan proses pembelajaran tidak terlepas dari berbagai komponen pembelajaran yang meliputi tujuan, bahan ajar, metode, alat dan sumber, evaluasi (Djamarah dan Zain, 2002:48). Dengan demikian, konsep dan pemahaman pembelajaran dapat dipahami dengan menganalisis aktivitas komponen pendidik, peserta didik, bahan ajar, media, alat, prosedur dan proses belajar.

Berbicara tentang belajar dan pembelajaran tentu tidak lepas dari belajar dan mengajar. Belajar adalah suatu proses dan aktivitas manusia yang selalu dilakukan dan dialami manusia sejak manusia di dalam kandungan, buaian, tumbuh dan berkembang dari anak-anak, remaja sehingga menjadi dewasa, sampai ke liang lahat, sesuai dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat. (Suyono dan Hariyanto, 2011:1).  Sedangkan mengajar adalah penciptaan sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar . Sistem lingkungan ini terdiri dari komponen-komponen yang saling mempengaruhi, yakni tujuan instruksional yang ingin dicapai, materi yang diajarkan, pendidik dan peserta didik yang harus memainkan peranan serta sarana dan prasarana belajar-mengajar yang tersedia (Hasibuan, 2010:3). Mengajar merupakan seni yang didasarkan pada pengalaman pendidik dan kearifan praktek. Dengan demikian belajar mengajar merupakan proses perkembangan dan berlangsung seumur hidup. Melalui pembelajaran berbagai tahapan dapat diprediksi dalam menghadapi situasi mengajar, karena mengajar adalah seni.

Sesuai Kurikulum KTSP 2006, IPS merupakan salah satu mata pelajaran inti di jenjang pendidikan dasar dan menengah.  Di sekolah dasar, khususnya kelas 1 sampai kelas 3, mata pelajaran IPS diberikan secara tematik.  Di kelas 4 sampai kelas 6, diberikan secara terpadu (integrated).  Adapun di sekolah menengah pertama, IPS juga diberikan secara terpadu atau terkonfederasi, sedangkan di sekolah menengah atas, IPS diajarkan secara terpisah (separated social sciences). Pada perguruan tinggi, pendidikan IPS merupakan suatu program pendidikan yang memilih bahan pendidikan dari disiplin ilmu-ilmu sosial dan humaniti, yang diorganisir dan disajikan secara ilmiah dan psikologis untuk tujuan pendidikan.

Keterkaitan (interconnected) ilmu-ilmu sosial dan IPS, baik yang bersifat interdisipliner maupun multidisipliner, dapat digambarkan sebagai berikut.

Social Studies Umbrella[Karaduman, H. & Gültekin, M (2007: 99)]

Social Studies Umbrella
[Karaduman, H. & Gültekin, M (2007: 99)]

Dengan demikian, dalam mengkaji dan menganalisis konsep IPS, diperlukan pendekatan interdisipliner dan multidisipliner dari beberapa struktur ilmu, yaitu ilmu sosiologi, antropologi, geografi, sejarah, dan ilmu ekonomi secara serentak pada waktu yang bersamaan.  Dimungkinkan pula mengkaji konsep IPS dari disiplin ilmu lain di luar ilmu sosial seperti biologi, kesehatan, kedokteran, ilmu pengetahuan alam, bahasa, dan seterusnya.  Intinya dari segala disiplin ilmu akademis yang dapat mengungkapkan permasalahan kehidupan sosial.

Secara keseluruhan, pendekatan konsep IPS dengan pendekatan interdisipliner maupun multidisipliner yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.  Pendekatan yang menggunakan disiplin ilmu yang banyak, disebut pendekatan interdisipliner, adapun pendekatan interdisipliner yang menetapkan suatu masalah sebagai satu kesatuan disebut pendekatan multidisipliner.


Related articles

[::yan::]

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: