Home > Education, Guru (Teacher) > Motivasi Guru: Goal-Setting Theory

Motivasi Guru: Goal-Setting Theory

motivation and motivationGoal-setting theory ini adalah teori yang membicarakan tentang pengaruh penetapan tujuan, tantangan, dan umpanbalik terhadap kinerja.  Teori ini berangkat dari maksud untuk bekerja mencapai suatu tujuan itu merupakan sumber utama dari motivasi kerja.  Artinya, tujuan-tujuan tersebut memberitahu pekerja mengenai apa yang harus dilakukan dan seberapa besar upaya yang harus dikerahkan.  Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa tujuan yang spesifik dapat meningkatkan kinerja; bahwa tujuan-tujuan yang sulit dicapai, bila diterima, bisa menghasilkan kinerja yang lebih tinggi ketimbang tujuan-tujuan yang tidak terlalu sulit; dan bahwa umpanbalik akan mengarah pada kinerja yang lebih tinggi ketimbang bila tidak ada umpanbalik.

Tujuan-tujuan yang spesifik dan sulit akan menghasilkan suatu tingkat output yang lebih tinggi ketimbang tujuan umum “lakukan yang terbaik”.  Kekhususan tujuan itu sendiri bertindak sebagai suatu stimulus internal.

Jika faktor seperti kemampuan dan penerimaan tujuan-tujuan tersebut bersifat konstan, dapat dikatakan bahwa semakin sulit tujuan tersebut dicapai semakin tinggi tingkat kinerja.  Namun, bisa juga diasumsikan bahwa tujuan yang lebih mudah itu tampaknya dapat lebih diterima.  Namun bila seorang pekerja menerima tugas yang berat, dia akan mengerahkan segala daya upaya sampai tujuan itu tercapai, sampai target tujuan itu diturunkan, atau sampai tujuan itu ditinggalkan.

Orang akan bekerja lebih baik jika mendapatkan umpanbalik mengenai seberapa baik kemajuan mereka dalam mencapai tujuan tersebut karena umpanbalik ini bisa membantu mengidentifikasi ketidaksesuaian antara apa yang dilakukan dengan apa yang ingin dilakukan; artinya umpanbalik bertindak untuk mengarahkan perilaku.  Tetapi tidak semua umpanbalik itu manjur.  Umpanbalik yang dihasilkan sendiri (self-generated), yaitu ketika pekerja bisa memonitor kemajuannya sendiri, terbukti merupakan suatu motivator yang ampuh ketimbang umpanbalik yang dihasilkan secara eksternal.

Singkatnya, dapat dikatakan bahwa niat atau maksud (intentions) merupakan pendorong motivasi yang ampuh.  Dalam kondisi yang tepat, niat atau maksud tersebut bisa mengarah pada kinerja yang lebih tinggi.


Related articles

[::mod::]

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: